Universitas PGRI Mpu Sindok (UPMS) terus memperkuat langkah internasionalisasi perguruan tinggi melalui keikutsertaan dalam Vietnam Academic Summit 2026 yang digagas oleh FAME (Forum Akuntansi Manajemen Ekonomi Indonesia). Kegiatan internasional ini dilaksanakan pada 21–25 September 2026 di Vietnam dan diikuti oleh 24 universitas dari Indonesia.
Keikutsertaan UPMS dalam Vietnam Academic Summit 2026
menjadi bagian dari komitmen universitas untuk memperluas jejaring akademik
internasional sekaligus mengimplementasikan berbagai kerja sama yang telah
dibangun dengan mitra perguruan tinggi di luar negeri. Melalui forum ini, UPMS
tidak hanya memperluas koneksi institusional, tetapi juga membuka peluang
pengembangan kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada
masyarakat, serta pengembangan kapasitas sivitas akademika.
UPMS dalam kegiatan tersebut diwakili oleh Wakil Rektor
Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama dan Alumni, Dr. Indrian Supheni, M.Aks., CSRA,
didampingi Kepala UPM, Dr. Tri Wahyuni Maduretno, M.Pd. Keduanya mengikuti
berbagai agenda yang menjadi bagian dari rangkaian Vietnam Academic Summit
2026.
Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah International
Conference & MoU Signing yang menjadi ruang pertukaran gagasan akademik
sekaligus penguatan hubungan kelembagaan antarperguruan tinggi. Melalui agenda
ini, UPMS berkesempatan memperluas jejaring dan mendiskusikan peluang
kolaborasi akademik yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Kehadiran UPMS di Vietnam juga menjadi momentum untuk
melihat secara langsung implementasi kerja sama internasional yang selama ini
telah dibangun. Sejumlah bentuk kerja sama telah diwujudkan melalui berbagai
kegiatan akademik, di antaranya visiting lecturer, teaching mobility di FPT,
partisipasi dalam international conference, serta berbagai aktivitas akademik
dan pertukaran pengetahuan lainnya.
Program visiting lecturer menjadi salah satu bentuk
implementasi kerja sama yang memberikan kesempatan bagi akademisi untuk berbagi
pengetahuan, pengalaman, dan perspektif akademik lintas negara. Sementara itu, teaching
mobility di FPT memberikan pengalaman bagi sivitas akademika untuk terlibat
dalam aktivitas pembelajaran di lingkungan perguruan tinggi mitra internasional
sekaligus mengenal praktik pendidikan tinggi di Vietnam.
Selain itu, keterlibatan dalam international conference
menjadi ruang bagi dosen dan sivitas akademika UPMS untuk memperluas wawasan,
mempresentasikan gagasan akademik, membangun jejaring dengan akademisi dari
berbagai negara, serta membuka peluang kolaborasi penelitian dan publikasi
internasional.
Rangkaian Vietnam Academic Summit 2026 juga diisi dengan Community
Service Initiative, yang memberikan pengalaman kepada peserta untuk terlibat
dalam kegiatan pengabdian dan interaksi dengan masyarakat. Agenda berikutnya
adalah Cultural Immersion & Sustainable Tourism Study, yang memberikan
kesempatan untuk mengenal budaya Vietnam sekaligus mempelajari praktik
pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Berbagai kegiatan tersebut menunjukkan bahwa kerja sama
internasional UPMS tidak berhenti pada penandatanganan dokumen kerja sama,
tetapi terus diarahkan pada implementasi konkret yang memberikan manfaat bagi
dosen, mahasiswa, institusi, dan masyarakat. Kolaborasi yang telah berjalan
menjadi fondasi untuk mengembangkan program-program internasional yang lebih
luas dan berkelanjutan.
Melalui keikutsertaan dalam Vietnam Academic Summit 2026,
UPMS terus memperkuat posisinya dalam jejaring pendidikan tinggi internasional.
Pengalaman, pengetahuan, dan koneksi yang diperoleh diharapkan dapat
ditindaklanjuti melalui berbagai program kolaboratif, sehingga semakin banyak
kesempatan internasional yang dapat dihadirkan bagi sivitas akademika UPMS.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya UPMS dalam
mewujudkan visi menjadi universitas yang unggul dan mandiri di bidang ilmu
pengetahuan, teknologi, dan seni serta memiliki daya saing regional, nasional,
dan internasional.
