Rabu, 15 Juli 2026

KETUA IKA UPMS NAHKODAI ICMI NGANJUK Periode 2026-2030

 

Musyawarah Daerah (Musda) Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Kabupaten Nganjuk yang digelar di Aula BAZNAS Kabupaten Nganjuk  menetapkan Muhammad Roissudin sebagai Ketua ICMI Kabupaten Nganjuk periode 2026–2030 secara aklamasi. (Rabu, 15 Juni 2026) 

Terpilihnya Wakil Ketua 1 BAZNAS ini menjadi simbol kuat regenerasi kepemimpinan cendekiawan di tingkat daerah.

Roissudin dikenal sebagai Ketua Ikatan Alumni Universitas PGRI Mpu Sindok (IKA UPMS) berstatus  sebagai Mahasiswa  Program Doktoral di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 

Ketua Senat Mahasiswa tahun 2004 (masih bernama STKIP PGRI Nganjuk) ini dinilai memiliki kapasitas intelektual dan kepemimpinan yang mumpuni.

Dukungan penuh dari peserta Musda mencerminkan harapan besar agar ia mampu membawa ICMI Nganjuk lebih adaptif, progresif, dan berdampak nyata bagi masyarakat luas.

Musda Perdana ICMI Kabupaten Nganjuk dihadiri oleh sejumlah pengurus inti, tokoh masyarakat, akademisi, serta praktisi lintas sektor ini berlangsung dinamis.

Berbagai pandangan strategis disampaikan, mulai dari evaluasi kinerja kepengurusan sebelumnya hingga perumusan langkah ke depan dalam menghadapi tantangan sosial, pendidikan, dan ekonomi di Kabupaten Nganjuk.

Dalam kepemimpinan barunya, Roissudin akan didampingi oleh tim formatur yang terdiri dari Juwahir, Dr. Nuhadi, Eko Hendratno, dan Faizal Ansyori. Tim ini bertugas menyusun struktur kepengurusan yang solid dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan, sosial, dan ekonomi.

Dalam Sambutan mewakili Ketua BAZNAS   menegaskan pentingnya inovasi dalam program kerja ICMI.

Transformasi di bidang pendidikan, sosial, ekonomi, serta dakwah kemasyarakatan menjadi fokus utama agar organisasi mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan.

Dengan terpilihnya Muhammad Roissudin, ICMI Nganjuk diharapkan semakin berperan sebagai motor penggerak perubahan. 

Kepemimpinan baru ini diharapkan mampu mewujudkan visi besar organisasi sebagai pusat pencerahan dan penguatan peradaban berbasis ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman.

Ketua ICMI Domisioner, Juwahir, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran ICMI sebagai “suluh peradaban” di tengah krisis kepercayaan masyarakat. 

Ia menekankan bahwa organisasi cendekiawan harus hadir sebagai penerang yang mampu memberikan solusi konkret, bukan sekadar wacana intelektual semata.


Share This